Mbok Yem, Bi Inah, Mbak Sumi, Teh Mimin, Neng Euis, Ceu Een, Mpok Zaenab, atau siapapun nama Anda yang berprofesi sebagai pembantu, inilah jeritan para tuan dan nyonya rumah Anda ditinggal pembantu;
Pusiiiing, cucian numpuk, setrikaan segunung, piring-piring kotor. Pembantu nggak balik lagi dari kampung
Repot nih, mau kerja bingung anak-anak nggak ada yang jaga. Si Inah masih di kampung
Badan rasanya remuk, tulang-tulang sudah mau copot, kerjaan nggak ada habis-habisnya Ayaaaah, kalau Mbok Yem nggak balik lagi ya cari pembantu yang lain dong
Pembantu, siapapun nama dan apapun sebutannya, Mbok, Bibi, Mbak, Teteh, Mpok, Ceuceu dan lain sebagainya, judulnya tetap pembantu. Makhluk paling dicari alias most wanted person (MWP) seantero jagad pasca lebaran. Mungkin saat ini Anda termasuk yang sedang dipusingkan dengan urusan mencari pembantu lantaran pembantu lama pulang kampung dan tidak berniat kembali lagi.
Sekarang, sebelum membahas soal bagaimana mencari dan sosok pembantu seperti apa yang dicari, mari bicarakan dulu kenapa si mbok, mbak, ceuceu, teteh, bibi di rumah Anda tidak ingin kembali lagi. Beragam alasan tentunya, Si Mbok karena sudah tua dan ingin menghabiskan masa tuanya di kampung, Si Eneng sudah ditunggu calon suaminya untuk menikah sehabis lebaran, Ceuceu dilarang sama suaminya dan harus mengurus anak-anaknya.
Kalau cuma alasan-alasan diatas, berarti tidak ada masalah dengan Anda sebagai tuan dan nyonya rumah. Tapi kalau alasannya adalah, gajinya terlalu kecil dan ia mendapat tawaran dari rumah lain dengan bayaran yang lebih besar. Atau, Anda, isteri Anda atau anak-anak Anda sering memperlakukannya tidak manusiawi. Misalnya sering membentak, memukul, tidak pernah menghargai pekerjaannya, memberi pekerjaan diluar batas kesanggupannya tanpa istirahat yang cukup. Mungkin juga ada pembantu yang tidak mendapat tempat tidur dan makan yang layak, sering dilecehkan, gajinya kerap terlambat dibayar, atau bahkan tidak dibayar berbulan-bulan lamanya.
Jika demikian, maka wajar bila tidak ada yang betah berlama-lama menjadi pembantu di rumah Anda. Sehari pun rasanya seperti setahun, jika ia bekerja tak kenal waktu. Bangun paling pagi, tidur paling larut. Ia sudah bekerja ketika tuan, nyonya dan anggota keluarga masih terlelap, dan masih terus bekerja sampai semua orang sudah terlelap. Belum sempat istirahat, sederet perintah memberondong tubuh lelahnya. Sebelum jam makan, ia sibuk memasak, saat waktu makan, ia tetap sibuk mencuci perangkat masak, usai waktu makan, kadang ia harus gigit jari karena tidak ada makanan tersisa.
Padahal, namanya pembantu. Seharusnya tugasnya hanya membantu pemilik rumah, bukan melakukan seluruh pekerjaan rumah. Jika ada sepuluh jenis pekerjaan di rumah, mestinya pembantu hanya melakukan sepertiga atau separuhnya. Ini baru namanya pembantu. Namun jika ia melakukan semuanya, bukan lagi pembantu sebutannya, ia lebih layak disebut pemilik rumah.
Sebab, ada pembantu yang menggarap semua urusan dan pekerjaan rumah, mulai dari belanja, masak, menghidangkan makanan, mencuci piring, mencuci dan setrika pakaian, membersihkan rumah, mengurus anak, antar jemput anak sekolah, kadang mengajari anak-anak belajar, mengganti lampu yang rusak, memperbaiki genteng bocor, sampai menjadi penjaga rumah disaat yang lain pergi. Jangan-jangan, hanya melayani kebutuhan biologis tuan rumah saja yang tak dilakukan pembantu.
Nah, sekarang kita bicara tentang pembantu, sosok seperti apa yang dicari, dan terpenting, berapa anggaran yang disiapkan untuk mendatangkan seorang pembantu yang diinginkan.
Seorang teman mengungkapkan, saya ingin pembantu yang pengalaman, mencuci bersih, menyetrika halus dan rapih, orangnya harus resik, nggak boleh jorok
Ada yang minta begini, Kalau bisa masih muda, biar nggak sungkan kalau nyuruh mengerjakan apa-apa
Lainnya lagi, Saya cari yang cerdas, biar nyambung kalau diajak ngobrol. Bisa juga ngajarin anak-anak belajar.
Teman yang lain, Yang agak tua saja, kalau masih muda saya takut dia pacaran. Yang muda juga nggak banyak tahu soal mengurus anak, biasanya sering nonton tv dan tidak sabar
Baik. Jika demikian, berapa gaji yang ditawarkan untuk pembantu idaman Anda itu? Dari hasil survey kecil-kecilan, ternyata rata-rata gaji pembantu itu berkisar 700 - 900 ribu perbulan. Kalau ada slip gajinya, mungkin disitu akan tertulis, include uang lembur 24 jam, uang caci maki, biaya dipukulin, dan biaya lain-lain.
Waww dahsyat nian nasib pembantu. Wajar saja bila lebih banyak yang memilih jadi pembantu di negeri jiran atau Timur Tengah meski dengan resiko pulang tinggal nama. Atau sepahit-pahitnya, menjadi karyawan pabrik, mengingat upah minimum regional (UMR) pabrik masih sedikit lebih baik dari gaji pembantu. Bedanya, kalau di pabrik lembur dibayar, ada hari liburnya dan jam kerja pun ada batasannya.
Begini deh, jika Anda seorang profesional dengan pengalaman kerja lima belas tahun di bidangnya, apakah mau ditawari pekerjaan dengan gaji yang sama dengan sarjana baru lulus minim pengalaman? Jika demikian, terima saja pembantu minim pengalaman yang sudah tersedia, atau naikkan standar gaji yang Anda berikan untuk bisa mendapatkan pembantu yang diharapkan.
Pembantu oh pembantu, selalu dicari, ketika didapat lebih sering dicaci dan kurang dihargai. (gaw)




pembantu jaman dulu mungkin teraniyaya, kalo sekarang lebih sering menganiyaya majikan. majikan belum pulang asik nonton sinetron nyapu asal-asalan, pura2 ngabisa masak tapi pas majikan ga jadi lembur ada sisa makanan di panci yang belum dia habisin. belum lagi banyak pembantu yg cuma mau jalan2 doang. baru kerja beberapa hari sudah minta pulang dengan alasan yg semuanya boong. bilang bapaknya mati padahal pas lu paksa nganter dia pulang ternyata bapaknya dah mati 6 tahun lalu. eh, lu ngga up date. pembantu sekarang gajinya dah kisaran 1.2-1.5 jeti apa lagi yg dari yayasan, ada yg minta 2,5 jeti. nyari majikannya yang kaya raya biar bisa pacaran sama satpam, majikan jarang dirumah jadi kerjaan dirumah nggak banyak, dan penuh peralatan rumah tangga yang bikin pekerjaannya makin praktis. nanti pas lu dapat salah satu pembantu brengsek itu lu ga bakal belain mereka dengan bikin tulisan kayak gini.