Tak selalu, tapi kadang begini. Makan berdua paling terakhir setelah memastikan anak-anak sudah makan. Sisa tahu tiga potong, dengan sambal terasi baru ngulek.
Belum sempat suapan pertama masuk ke mulut, satu anak bilang, “pengen tahu…” Alhamdulillah sisa dua, saya satu isteri satu.
Baru sesuap nasi masuk, anak satu lagi teriak, “mau tahuuu…” baiklah, isteriku memberinya tahu dari piringnya.
Lalu saya belah tahu di piring, membaginya ke piring isteri yang tinggal nasi dan sambal. Ah, justru disitulah nikmatnya…
Pernah begini, pergi naik motor kesayangan. Berempat, satu anak di depan, satu lagi dihimpit di belakang. Ditambah satu gembolan tas di punggung isteri. Jarak Tangerang sampai Bogor yang lumayan bikin pegal sampai ke tulang.
Bisa dua tiga kali berhenti di jalan. Entah karena pegal dan.harus istirahat, anak-anak kebelet pipis, atau karena kehujanan. Pernah hampir tengah malam baru tiba, lantaran menunggu hujan yang lama redanya.
Saat badan terasa pegal, saat kedinginan, ketika mata dipaksa tak boleh terpejam, atau saat anak-anak terlelap di dashboard motor sampai tiba di depan rumah, rasanya semua jadi nikmat berbingkai syukur. “Alhamdulillah sampai di rumah”
Tak selalu begini, tapi sering. Kita inginnya berdua saja di kamar. Isteri sudah mandi, aromanya bisa bikin jantung berdetak lebih cepat, padahal nggak pakai parfum kayak orang-orang.
Baru juga kecup kening, tiba-tiba anak-anak menyerbu kamar, lompat ke tempat tidur, main selap selip memisahkan kami berdua. Kita pun cekikian, hanya bisa menghela nafas sambil menunggu mereka tidur. Nahasnya, seringkali isteri ikut pulas.
Gangguan-gangguan kecil macam ini, kelak kan kita rindui. Sementara ini, kita nikmati saja dulu. Selalu ada cara untuk mensyukuri setiap keadaan.
Apa yang kita genggam akan kita lepas. Apa yang kita miliki, pun sebelumnya tak ada, bahkan sebenarnya bukan milik kita. Batas kebahagiaan adalah garis pemisah antara merasa kurang dan merasa cukup. Itu yang kita sebut syukur. Jika mampu melewati garis itu, inilah surga kita disini, di dunia ini.



indahnya surga kecil kita…
salam kenal mas gaw…