Meneruskan Kebaikan

sumber foto: blognyanorma.wordpress.com

sumber foto: blognyanorma.wordpress.com

Tadi malam, sekitar jam 21.00, tiga anak perempuan berada di Indo***t … Dari penampilannya, maaf, mereka agak dekil. Mereka sedang menggabungkan uang recehan masing-masing sebelum ke kasir.

Beberapa alat tulis seperti pensil, penggaris berniat untuk dibeli. Saya pikir mereka harusnya beli di toko buku, mungkin lebih murah, tapi mungkin karena jam segitu toko buku sudah tutup.

Sesampainya di kasir, saya berada di antrian belakang mereka, ketika petugas kasir bilang, “semuanya jadi enam belas ribu” seketika anak-anak itu bengong dan saling pandang, anak paling kecil saya duga masih kelas 1 SD, “tuh kan uangnya kurang…”

Yang paling besar, mungkin kelas 3 SD, “mbak, batal aja deh…” lalu anak satu menyela, “besok buat sekolah gimana?” mereka terdiam. Recehan masih digenggam anak yang paling besar.

“Satu kan sama belanjaan saya…” saya memecah kebingungan mereka sambil memberi senyum kepada tiga anak yang juga masih bengong.

“Terima kasih om, ya Allah, semoga om dilimpahkan rejeki” kata salah satu dari mereka. Saya aminkan dalam hati. Mereka pun pergi.

Maaf kalau tak berkenan, terserah jika ada yang menganggap ini riya. Saya hanya berniat sharing, bahwa kesempatan berbuat baik itu selalu ada di depan mata, kadang kita yang luput menangkapnya.

Selain itu, saya teringat masa kecil ketika banyak dibantu orang dengan cara-cara yang tak terduga, lalu saya berjanji kelak akan juga membantu orang lain. Kejadian di toko tadi malam itu semacam “bayar janji” meneruskan kebaikan orang-orang yang dulu baik kepada saya.

Sambil berharap, ketiga anak itu pun kelak kan meneruskan kebaikan ini kepada orang lainnnya.
@bayugawtama

Terimakasih bila Anda berkenan membagikan tulisan ini kepada orang lain
  • Tweet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *